IndoVisual | Reog Kesenian Budaya dari Jawa Timur, Indonesia

Reog Kesenian Budaya dari Jawa Timur, Indonesia

November 26, 2017  •  Leave a Comment

Pementasan Reog tidak diselenggarakan setiap hari melainkan hanya pada acara tertentu seperti pernikahan, khitanan, hari kelahiran kota Ponorogo, menyambut tamu yang dianggap spesial, memperingati hari kemerdekaan dan beberapa hari bersejarah lainnya.

Pementasan seni Reog Ponorogo dimulai dengan beberapa tarian pembuka yaitu tarian yang pertama dibawakan oleh 6 - 8 pria yang berpakaian serba hitam, berkumis dan berwajah merah yang menggambarkan keberanian dan kegagahan tersebut. Para penari kemudian melakukan gerakan tari Reog Ponorogo seperti singa yang pemberani. Tarian dilanjutkan oleh 6 - 8 gadis yang menaiki kuda atau biasa disebut Jathilan. Tarian ini menggambarkan kelincahan prajurit berkuda yang sedang berlatih perang menggunakan kuda.

Setelah tari Reog pembuka selesai maka masuklah ke adegan inti yang isinya disesuaikan dengan acara yang diperingati. Jika permaianan Reog tersebut dalam rangka pernikahan maka akan ditampilkan adegan percintaan, atau bisa juga acara khitanan yang akan menceritakan kisah seorang pendekar. Adegan dalam seni Reog ini tidak perlu memakai skenario, semua bisa dilakukan secara tiba-tiba dengan adanya interaksi antara dalang, pemain dan penonton. Di sinilah kekuatan improvisasi para penari seni pertunjukan tradisional kita. Para penari dengan segudang pengalaman dan jam terbang, semua bersinkronisasi demi meraih tujuan utama tari Reog, yaitu kepuasan para penontonnya. Suatu harta karun budaya yang tiada ternilai.

Foto di atas menampilkan adegan yang paling dinanti-nanti dalam pementasan seni Reog Ponorogo, yaitu tarian dari Singo Barong yang dimainkan oleh beberapa orang menggunakan topeng besar yang bentuknya seperti kepala harimau dan bulu merak. Para penari akan melakukan atraksi untuk memainkan topeng tersebut dengan sangat lincah dan mengagumkan. Yang mengagumkan adalah ukuran topeng yang mencapai 50 kg bisa diangkat hanya menggunakan gigi!

Seni pertunjukan tradisional Indonesia, mulai dari musik, tari hingga teater, sungguh amat berharga dan layak kita lestarikan bersama.


Comments

No comments posted.
Loading...