IndoVisual | Yuk Cari Tahu Sejarah Jembatan Semanggi, Jakarta, Indonesia

Yuk Cari Tahu Sejarah Jembatan Semanggi, Jakarta, Indonesia

November 26, 2017  •  Leave a Comment

Bagi Anda para warga Jakarta pasti pernah melewati jembatan yang terletak di Semanggi ini. Tapi tahukah Anda asal-usul nama semanggi? Ya, penamaan ini ternyata disesuaikan dengan bentuknya yang menyerupai daun semanggi. Semanggi itu sebenarnya nama lokal (bahasa Jawa) dari sebuah tumbuhan bernama latin marsilea mutica. Daunnya biasa disantap sebagai lalapan. Setiap tangkai daun semanggi terdiri atas empat helai daun, berbentuk lonjong yang panjangnya mencapai 2 cm dan lebar 1 cm.

Jembatan Semanggi dibangun pada tahun 1961, yang diprakarsai oleh Proklamator kita, Presiden Sukarno. Bung Karno sendiri pernah mengemukakan filosofi daun semanggi. Filosofi yang dimaksud adalah simbol persatuan. Dalam bahasa Jawa ia menyebut suh atau pengikat sapu lidi. Tanpa suh sebatang lidi akan mudah patah. Sebaliknya, gabungan lidi-lidi yang diikat dengan suh menjadi kokoh dan bermanfaat menjadi alat pembersih.

Sebenarnya, ide awal Sukarno adalah membangun sebuah stadion olahraga megah di kawasan Senayan. Saat ide itu akan digulirkan, Sukarno menggelar rapat kabinet. Disanalah, Ir Sutami, yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum (PU), mengusulkan agar dibangun jembatan untuk mengatasi kemungkinan munculnya persoalan kemacetan lalu lintas. Karena disitu merupakan titik pertemuan jalan besar, antara Jalan Gatot Soebroto dengan Jalan Sudirman.

Pada masa awal pembangunannya, banyak pihak yang memprotes, karena dianggap sebagai proyek yang menghambur hamburkan uang negara. Padahal, masih banyak rakyat yang menderita, karena kemiskinan. Namun, Sukarno melihat jauh ke depan dan untuk kepentingan yang lebih besar. Sekarang, jembatan ini sedang dibangun ekstensinya demi semakin mengakomodir kelancaran transportasi di Jakarta.


Comments

No comments posted.
Loading...