IndoVisual | Uniknya Klenteng Tua Eng Kiong Malang, Indonesia

Uniknya Klenteng Tua Eng Kiong Malang, Indonesia

May 20, 2018  •  Leave a Comment

Chinese temple facadeChinese temple facade

Klenteng Eng An Kiong ini merupakan klenteng tertua di kota Malang, Jawa Timur. Kabarnya klenteng ini dibangun pada tahun 1825, kurang lebih 400 tahun setelah Laksamana Cheng Ho menginjakkan kakinya di tanah Jawa.

Kelenteng ini terdiri dari empat bagian. Yaitu halaman depan, ruang suci utama, bangunan samping dan bangunan tambahan.Upacara perayaan keagamaan seperti Cap Gomeh atau sembayang rebutan (pu-du, pesta Tionghoa pada pertengahan bulan ke-7, biasa disebut  juga rebutan atau cioko), bahkan wayang Tionghoa atau potehi (bu-dai-xi), biasanya digelar dihalaman depan. Tidak jarang halaman depan ini juga dipakai untuk tempat bermain barongsai.  Di halaman depan ini juga terletak tempat pembakaran kertas (jin-lu), tiang-tiang pagoda atau tidak jarang juga sepasang singa batu (kadang-kadang tertera tahun pembuatannya).

Yang kedua adalah ruang suci utama, yang digunakan untuk beribadah.Biasanya di dalam ruangan ini selalu terdapat papan yang melintang (bian-e), sumbangan bagi para dermawan selama berabad-abad.Di ruang ini tentunya banyak benda-benda yang digunakan pada saat ibadah seperti sesajen, kertas (hoe), vas kayu, dupa, dan lain-lain.

Yang ketiga adalah ruang tambahan.Ruang ini dibangun setelah ruang suci utama berdiri, karena adanya kebutuhan tambahan ruang untuk beribadah.

Yang keempat adalah bangunan samping.Bangunan ini biasanya dipakai untuk menyimpan peralatan. Misalnya untuk menyimpan Kio (joli) yang berupa tandu, yang berfungsi untuk memuat arca dewa yang diarak pada saat perayaan keagamaan.

Seru banget belajar dan mengenal banyak macam budaya di Indonesia!


Comments

No comments posted.
Loading...