IndoVisual | Danau Toba, senandung alam yang dahsyat melegenda

Danau Toba, senandung alam yang dahsyat melegenda

June 26, 2018  •  Leave a Comment

 

 

 

Sebagian orang mungkin sudah tahu sejarah Danau Toba yang berada di provinsi Sumatera Utara ini. Namun bagi anda yang belum mengetahui cerita di balik terbentuknya Danau Toba, kali ini ada beberapa informasi yang akan dibahas. Penasaran seperti apa? Baca ke bawah yuk!

Danau Toba merupakan salah satu danau terbesar di Asia Tenggara, dan merupakan danau vulkanik yang di tengah-tengahnya terdapat sebuah pulau yang disebut Pulau Samosir. Mayoritas penduduk di sekitar Danau Toba adalah suku Batak.

Diperkirakan Danau Toba terbentuk saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun lalu yang merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yaitu Gunung Toba. Debu vulkanik yang tertiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Bahkan cukup mengejutkan karena ternyata penyebaran debu itu sampai terekam hingga Kutub Utara. Letusannya terjadi selama satu minggu dan lontaran debunya mencapai 10 kilometer di atas permukaan laut. Bukti-bukti yang ditemukan juga memperkuat dugaan bahwa kekuatan letusan dan gelombang lautnya sempat memusnahkan kehidupan di Atlantis.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal diikuti dengan punahnya beberapa spesies. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, sekitar 60 juta manusia.

Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

Ada juga cerita rakyat mengenai Danau Toba ini, konon katanya dahulu kala ada seorang petani bernama Toba yang pergi memancing ke sungai demi mendapat ikan untuk dimakan. Toba mendapatkan ikan yang besar dan cantik, tetapi ia terkejut karena ikan tersebut bisa berbicara. Rupanya ikan tersebut adalah jelmaan seorang putri yang dikutuk akibat melanggar aturan kerajaan. Sebagai rasa terimakasih karena telah membebaskannya dari kutukan, sang putri pun menikah dengan Toba. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan kepada siapapun bahwa sang putri adalah seekor ikan.

Dari pernikahan tersebut lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Samosir. Samosir tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, namun ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. Ia selalu merasa lapar dan tidak pernah kenyang, semua jatah makanan selalu dilahap tanpa sisa. Hingga suatu hari Samosir ditugaskan untuk mengantar makanan untuk ayahnya di ladang, namun makanan tersebut tak kunjung datang. Toba pun menghampiri Samosir dan menanyakan dimana makanan untuknya, tetapi Samosir mengaku bahwa makanan tersebut sudah habis dilahapnya. Toba sangat marah dan tanpa sadar melanggar janjinya dengan mengucapkan “Dasar anak ikan!”

Samosir langsung mengadu kepada ibunya kalau ia disebut anak ikan, sang putri pun kecewa karena suaminya telah melanggar janji. Ia menangis dan menyuruh Samosir untuk berlari ke bukit yang tinggi. Tiba-tiba hujan yang sangat deras turun disertai petir yang dahsyat, air pun meluap hingga menenggelamkan seluruh desa. Genangan itu berubah menjadi danau yang sekarang disebut Danau Toba, lalu pulau tempat Samosir berlindung disebutlah Pulau Samosir.

 

Begitulah sejarah dari Danau Toba, unik ya! Kalau anda berkunjung ke Danau Toba anda bisa merasakan sejuknya suasana danau ditemani indahnya pemandangan Pulau Samosir. Angin sepoi saat menyusuri danau dengan feri, ditambah keindahan pemandangan dan senandung anak-anak berlarian di pesisir danau, Sempurna!

 

 


Comments

No comments posted.
Loading...